Translate
  • Beranda
jurnaljabaronline.blogspot.com
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Event
  • Entertainment
  • olahraga
  • Hukum
  • politik
  • kesehatan
  • otomotif
  • Seputar Tapal Kuda
You are here : Home »
Tampilkan postingan dengan label Seputar Tapal Kuda. Tampilkan semua postingan


 
JEMBER, Jurnal Jabar — Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghadapi tantangan serius akibat ketimpangan jumlah tenaga pengawas dan penilik dengan banyaknya satuan pendidikan di wilayah setempat. Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan yang semakin dinamis, jumlah personel yang tersedia saat ini dinilai masih jauh dari ideal untuk mendampingi ratusan lembaga pendidikan secara optimal.

Persoalan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tulus Wijayanto, S.Pd., M.Si., saat memberikan keterangan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pengawas dan Penilik di Hotel Fortune Jember, Rabu siang (04/11/2026).

Menurutnya, ketimpangan jumlah personel tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah, mengingat pengawas dan penilik memiliki peran strategis dalam memastikan mutu pendidikan di lapangan.

"Saat ini jumlah pengawas dan penilik masih jauh dari rasio ideal. Idealnya, satu pengawas atau penilik mendampingi 20 satuan pendidikan," ujar Tulus di hadapan peserta bimbingan teknis.

Gambaran ketimpangan tersebut terlihat dari jumlah personel dan lembaga pendidikan yang harus didampingi. Pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan kelompok bermain (Kober), misalnya, saat ini hanya terdapat enam penilik dan tiga pengawas. Sementara pada jenjang sekolah dasar (SD), sebanyak 19 pengawas harus mengawal sekitar 1.000 lembaga yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Jember.

Kondisi serupa juga terjadi pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, terdapat sekitar 350 satuan pendidikan SMP yang harus mendapatkan pendampingan, sedangkan jumlah pengawas yang tersedia hanya 14 orang. Ketimpangan tersebut membuat beban pembinaan setiap pengawas cukup besar karena harus mendampingi puluhan sekolah sekaligus.

Menghadapi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menyiapkan sejumlah langkah untuk menambah jumlah tenaga pengawas. Salah satunya melalui pengisian formasi baru dengan mekanisme perpindahan jabatan fungsional. Kebijakan tersebut mengacu pada program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang membuka peluang pengangkatan pengawas baru dari unsur kepala sekolah yang memenuhi persyaratan.

"Langkah nyata yang akan kami lakukan secepatnya adalah menjalankan program dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terkait perpindahan jabatan fungsional dari guru ke pengawas. Dalam waktu dekat akan ada perekrutan atau pengangkatan pengawas baru dari unsur kepala sekolah. Petunjuk teknisnya sudah keluar dan prosesnya sedang berjalan," ungkap Tulus.

Di sisi lain, Bimtek Peningkatan Kompetensi Pengawas dan Penilik juga menjadi upaya meningkatkan kapasitas profesional personel yang tersedia. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur serta Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Kemendikdasmen.

Materi yang diberikan meliputi manajerial kepengawasan, pengelolaan satuan pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, penerapan budaya mutu, hingga strategi pendampingan pembelajaran mendalam (deep learning). Peserta juga mendapatkan materi praktik baik (best practices) dari sekolah rujukan yang telah ditetapkan sebagai sekolah model oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember berharap kompetensi pengawas dan penilik semakin meningkat sehingga mampu mengoptimalkan pendampingan satuan pendidikan di tengah keterbatasan jumlah personel. Peningkatan kapasitas ini diharapkan turut mendorong terwujudnya tata kelola pendidikan yang akuntabel, transparan, serta berdaya saing di Kabupaten Jember. ( Ischak )


 

JEMBER, Jurnal Jabar – Pergantian pucuk pimpinan Batalyon Armed 8/Uddhata Yudha di Jember menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempertahankan stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

Hal itu mengemuka dalam malam ramah tamah lepas sambut Komandan Yonarmed 8/Uddhata Yudha dari pejabat lama Letkol Arm Indra Asmara Manurung, S.I.P., kepada pejabat baru Letkol Arm Bhekti Mudianto, S.I.P., M.M., di Markas Yonarmed 8, Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Kamis malam (5/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember, tokoh masyarakat, prajurit, serta keluarga besar Yonarmed 8. Suasana keakraban dan haru mewarnai prosesi perpisahan sekaligus penyambutan komandan baru tersebut.

Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Ratno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Letkol Arm Indra Asmara Manurung atas dedikasi serta pengabdiannya selama bertugas di Jember.

"Atas nama pemerintah Kabupaten Jember dan seluruh masyarakat Jember, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Letkol Arm Indra Asmara Manurung beserta ibu, atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Kabupaten Jember," ujar Ratno.

Menurutnya, keberadaan TNI, khususnya Yonarmed 8, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh elemen masyarakat juga menjadi modal penting untuk menjaga persatuan dan mendukung percepatan pembangunan di Jember.

Sementara itu, Letkol Arm Indra Asmara Manurung mengungkapkan kesan mendalam selama menjalankan tugas di Kabupaten Jember. Kebersamaan dengan jajaran Forkopimda, rekan kerja, sahabat, hingga seluruh prajurit Yonarmed 8 menjadi bagian berharga dalam perjalanan pengabdiannya.

"Malam hari ini kami secara resmi memohon diri. Saya sudah menganggap kawan-kawan, sahabat-sahabat saya adalah sosok khusus-khusus saya yang banyak mengajarkan saya banyak hal di satuan ini. Belum lagi kebersamaan selama ini tidak bisa saya ukur dengan kata-kata," ungkap Indra.

Di sisi lain, komandan baru Letkol Arm Bhekti Mudianto menyatakan kesiapannya melanjutkan kepemimpinan sekaligus menjaga hubungan baik yang telah terbangun antara Yonarmed 8 dengan Pemkab Jember dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga memohon dukungan, arahan, serta bimbingan dari seluruh elemen masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan melanjutkan berbagai hal positif yang telah dirintis pendahulunya.

"Kami izin dengan istri kami izin mohon diterima sebagai warga Kabupaten Jember. Kami mohon arahan, bimbingan dari rekan-rekan yang ada di Jember ini sehingga apa yang sudah diberikan, apa yang sudah dilakukan oleh senior kami Letkol Indra Asmara Manurung terhadap situasi kondisi di wilayah Jember ini tetap menyala," tegas Bhekti.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan penyerahan cinderamata. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa tugas komandan lama dan dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan Yonarmed 8/Uddhata Yudha. ( Ischak )


 
JEMBER, Jurnal Jabar – MAKI Jember menyiapkan lomba mancing akbar serentak di 10 titik wilayah Kabupaten Jember pada akhir Desember 2026. Digelar untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Jember (HUT), agenda ini dirancang gratis bagi masyarakat dengan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan hadiah bernilai puluhan juta rupiah.

Ketua MAKI Jember, Heru, mengatakan persiapan kegiatan tersebut dilakukan setelah gelaran lomba mancing sebelumnya mendapat sambutan positif dari peserta. Antusiasme pemancing menjadi modal untuk memperluas jangkauan kegiatan sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

“Insyaallah dalam rangka HUT Kabupaten Jember, akhir Desember nanti kita bikin lomba besar di sekitar sepuluh tempat mancing dan gratis,” ujar Heru, Minggu siang di Pakusari (25/10/2026).

Menurut dia, lomba akan digelar serentak di 10 lokasi dengan waktu pelaksanaan yang sama. Skema tersebut diharapkan mampu mengakomodasi tingginya minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi memancing sekaligus menghadirkan kemeriahan di berbagai wilayah Jember.

Dukungan Pemkab Jember juga menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan agenda tersebut. Heru menyebut Bupati Jember telah menyatakan kesiapan mendukung penyediaan hadiah bagi para pemenang.

“Insyaallah tadi dari Pemkab Jember sudah disiapkan sama Bupati Jember,” katanya.

Meski demikian, rincian lokasi, mekanisme pendaftaran, serta besaran hadiah untuk lomba akbar akhir Desember masih perlu diumumkan lebih lanjut oleh panitia.

Heru menegaskan, kegiatan memancing tidak semata-mata menjadi sarana menyalurkan hobi. Melalui Maki Fishing Club Kabupaten Jember, pihaknya ingin menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang membuka ruang aktualisasi dan inovasi bagi masyarakat.

“Mancing ini bukan hanya menyalurkan hobi, tetapi juga bagian dari ikhtiar pelaku usaha ekonomi kreatif yang harus mendapatkan peluang di Kabupaten Jember,” jelasnya.

Sebelumnya, lomba mancing yang digelar MAKI Jember mendapat respons positif dari peserta, terutama pemancing lokal dari Jember dan sejumlah daerah di Jawa Timur. Paket pendaftaran yang disiapkan panitia terserap dengan baik. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, sementara hadiah bagi pemenang diserahkan langsung di lokasi.

Selain agenda akhir tahun, poster kegiatan MAKI Jatim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memuat lomba mancing ikan lele di KP Tri Jaya Jember, Jalan Ahmad Yani, Rowo, Pakusari. 

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, MAKI Jember berharap lomba mancing berkembang menjadi agenda rekreasi sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan, dengan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha lokal. ( Ischak )



JEMBER, Jurnal Jabar, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperkuat integrasi pelayanan publik dengan menyatukan 279 jenis layanan dalam Mal Pelayanan Publik (MPP). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memangkas birokrasi, memperluas akses masyarakat, sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan. Capaian itu mendapat perhatian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Rini Widyantini saat meninjau MPP Jember bersama Bupati Jember Muhammad Fawait dan anggota Komisi II DPR RI, Senin (26/10/2026).

Peninjauan di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember itu juga menjadi momentum evaluasi kualitas pelayanan daerah. Rini mengapresiasi integrasi ratusan layanan dalam satu lokasi sehingga masyarakat tidak perlu mendatangi kantor instansi berbeda untuk mengurus berbagai keperluan.

“Kalau dulu mendapatkan layanan harus satu per satu ke kantor masing-masing, di sini Pak Bupati sudah menyatukan layanan sebanyak lebih dari 200 layanan dalam satu tempat,” ujar Rini.

Menurut dia, kemudahan akses harus diimbangi sistem pelayanan yang transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penerapan pakta integritas juga menjadi perhatian untuk mengingatkan masyarakat maupun petugas agar menjaga integritas selama proses pelayanan.

Indeks pelayanan publik Kabupaten Jember menunjukkan peningkatan dari 4,62 pada 2024 menjadi 4,68 pada 2025. Adapun nilai untuk 2026 belum dapat diumumkan saat kunjungan berlangsung.

Rini menilai peningkatan tersebut perlu diikuti inovasi berkelanjutan. Selain pelayanan langsung di MPP, Pemkab Jember mengembangkan layanan digital, anjungan mandiri, serta pelayanan jemput bola bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pembenahan pelayanan dilakukan untuk mengakhiri persoalan antrean panjang yang sebelumnya menjadi keluhan warga, terutama saat mengurus administrasi kependudukan (adminduk).

“Beberapa tahun yang lalu ada banyak antrean di Jalan Jawa dan di beberapa tempat, bukan untuk antre sembako, tetapi untuk mendapatkan pelayanan adminduk dan pelayanan publik lainnya,” ungkapnya.

Sejak 2025, Pemkab Jember berupaya mendekatkan layanan kepada masyarakat. Pencetakan KTP elektronik kini tersedia di berbagai kantor kecamatan, tidak lagi terpusat di kawasan perkotaan. Pemkab juga mengklaim telah menyelesaikan persoalan sekitar 62 ribu warga yang sebelumnya belum memiliki KTP elektronik.

“Ke depan, Jember tidak hanya melayani di satu titik, tetapi harus melayani di banyak titik,” tegas Fawait.

Selain memperluas jangkauan layanan, Pemkab Jember menyediakan kanal pengaduan melalui Wadul Gus’e. Pelayanan juga diperkuat lewat program kesehatan, antara lain Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Home Care bagi warga dengan keterbatasan akses, serta Mobil Cinta untuk mengantar dan menjemput pasien dari tiga rumah sakit milik Pemkab Jember sesuai ketentuan program.

Fawait berharap dukungan pemerintah pusat dan DPR RI mempercepat peningkatan kualitas pelayanan hingga wilayah barat, utara, selatan, dan timur Jember.

Sementara itu, Rini menegaskan, digitalisasi tidak boleh menghilangkan pendampingan langsung, terutama bagi warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi.

“Pada prinsipnya, semua layanan yang kita berikan itu berorientasi pada masyarakat atau citizen-centric, yaitu bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan dalam setiap layanan yang diberikan pemerintah,” pungkasnya. ( Ischak )




JEMBER, Jurnal Jabar – Perayaan HUT ke-81 TNI di Makodim 0824/Jember, Senin (05/10/2026), berlangsung di luar agenda seremonial. Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kemasyarakatan (ormas), dan puluhan pengemudi ojek online (ojol) datang membawa kejutan berupa tumpeng untuk jajaran prajurit.

Kehadiran rombongan tersebut membuat suasana peringatan hari jadi TNI di lingkungan Makodim 0824/Jember semakin hangat. Kedatangan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, komunitas pekerja sektor informal, hingga elemen masyarakat itu sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor di Kabupaten Jember.

Rombongan Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu tiba bersama Kapolres Jember, Wakapolres Jember, Kajari Jember, perwakilan Perum Bulog, serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan. Mereka memberikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI sekaligus menyerahkan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan apresiasi kepada jajaran Kodim 0824/Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI mewakili Pemkab Jember dan seluruh masyarakat. Dia menilai kedekatan TNI dengan rakyat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan ketahanan wilayah.

“Pemerintahan Kabupaten Jember beserta seluruh jajaran Forkopimda hari ini mengucapkan selamat Hari Jadi TNI. Mudah-mudahan TNI kuat bersama rakyat untuk menjaga NKRI,” ujar Gus Fawait.

Menurut dia, peringatan HUT TNI tidak semata-mata menjadi seremoni internal institusi. Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Gus Fawait mengatakan, soliditas antarunsur tersebut diperlukan untuk menjaga kondusivitas daerah sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan. Termasuk program strategis nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas.

“Kami hadir ke tempat ini ingin memberikan pesan bahwa seluruh elemen masyarakat Kabupaten Jember hari ini bersuka cita dan bersyukur. Kalau kita bersyukur atas Hari Jadi TNI yang merupakan pilar NKRI, insya Allah Indonesia Maju sesuai arahan Presiden akan segera tercapai, dari Jember untuk Indonesia Raya,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada mengaku terharu dengan kedatangan Forkopimda, komunitas ojol, dan ormas. Sebab, pihaknya semula hanya menyiapkan agenda syukuran secara sederhana bersama jajaran internal Kodim.

“Kami sangat senang dan bangga bisa berkumpul bersama seluruh unsur masyarakat dan Forkopimda. Kehadiran rekan-rekan pengemudi ojol dan ormas ini adalah wujud nyata bahwa TNI selalu dekat dan diterima dengan baik oleh warga Jember,” kata Rifqi.

Menurut Rifqi, kejutan tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan TNI dengan masyarakat Jember terjalin dengan baik. Kehadiran komunitas ojol sebagai bagian dari masyarakat juga menunjukkan bahwa peringatan HUT TNI dapat menjadi ruang kebersamaan yang melibatkan berbagai lapisan warga.

Dia menegaskan, Kodim 0824/Jember akan terus menjaga kondusivitas keamanan wilayah. TNI juga siap berkolaborasi dengan Pemkab Jember dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Sinergi dan kebersamaan ini harus terus dijaga. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, berbagai persoalan di wilayah dapat dihadapi bersama,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0824/Jember tersebut pun ditutup dengan pemotongan tumpeng. Momen itu menjadi simbol kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga Jember tetap aman, kondusif, serta solid. ( Ischak )


 

JEMBER, Jurnal Jabar – SMA Negeri Balung (Smaba) sukses menyegel gelar juara pertama Bahlil Mini Soccer Zona 10 2026 setelah menundukkan SMA Negeri Rambipuji (Smara) pada laga final di Lapangan Mini Soccer Kebonsari, Jember, Jumat (02/10/2026) malam.

Kemenangan tersebut mengantarkan Smaba menjadi kampiun turnamen sekaligus membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp4 juta, trofi juara, serta bonus apresiasi.

Sementara itu, SMAN Rambipuji harus puas berada di posisi kedua. Posisi ketiga ditempati SMKN 2 Jember, sedangkan SMKN 5 Jember mengakhiri turnamen di peringkat keempat.

Partai final Smaba kontra Smara berlangsung sengit dan menjadi puncak rangkaian kompetisi yang mempertemukan para pelajar dalam atmosfer persaingan olahraga yang kompetitif sekaligus menjunjung sportivitas.

Penutupan turnamen turut dihadiri sejumlah tokoh politik dan wakil rakyat. Di antaranya Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jember-Lumajang : H. Purnamasidi, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Adi Widodo beserta jajaran, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur M. Ahmad Anis, serta Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember H. Karimullah Dahrujiadi bersama jajaran pengurus.

Hadir pula perwakilan pengurus Golkar Lumajang dan Bondowoso, anggota Fraksi Golkar DPRD Jember, unsur TNI-Polri, BPJS Ketenagakerjaan, serta ratusan suporter.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Adi Widodo mengapresiasi kerja keras panitia, official, juri, dan seluruh peserta yang telah mengawal turnamen hingga pertandingan puncak.

Ia mengingatkan para pemain muda agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjadikan sportivitas sebagai bagian penting dalam perjalanan mereka sebagai atlet.

“Hal paling prinsip yang tentu harus dipegang oleh seorang atlet adalah menjaga sportivitas. Tetap bermain fair play. Walaupun semua tentu ingin menjadi juara, tapi tunjukkan untuk menuju juara harus dengan sportivitas,” tegas Adi Widodo.

Ia juga mengajak para suporter menjaga suasana pertandingan tetap aman, tertib, dan kondusif.

"Ayo kita dukung dengan kondisi yang kondusif, meriah, tapi tetap aman. Kita tunjukkan Kabupaten Jember, khususnya atlet-atlet Jember, adalah atlet yang berkualitas,” tambahnya.

Apresiasi bagi para peserta semakin besar setelah Anggota DPR RI Purnamasidi mengumumkan bonus tambahan senilai total Rp50 juta untuk empat tim yang berhasil menembus semifinal.

“Saya mewakili Partai Golkar ingin mengapresiasi pencapaian adik-adik. Saya siapkan bonus Rp50 juta yang akan kita berikan kepada empat tim yang masuk semifinal,” ujar Purnamasidi.

Selain penghargaan di bidang olahraga, Purnamasidi juga menyampaikan dukungan bagi pendidikan para peserta melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Bagi adik-adik yang masih SMA, kuliah, atau sekolah, besok dapat didaftarkan untuk mendapatkan PIP. Insyaallah nanti di bulan November cair sebesar Rp1,8 juta. Mudah-mudahan itu bisa menyemangati adik-adik semuanya,” paparnya.

Menurut Purnamasidi, kompetisi seperti Bahlil Mini Soccer tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Lebih jauh, turnamen tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menemukan, mengasah, dan mengembangkan potensi pemain muda dari daerah.

“Partai Golkar berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan kegiatan ini sampai kapan pun, sehingga dari kompetisi ini kita harapkan bisa lahir pemain nasional di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Dengan keberhasilan Smaba menjadi juara, Bahlil Mini Soccer Zona 10 2026 sekaligus menegaskan besarnya potensi sepak bola pelajar di Jember. Smaba tampil sebagai juara pertama, disusul Smara sebagai juara kedua, SMKN 2 Jember di posisi ketiga, dan SMKN 5 Jember sebagai juara keempat.

Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu wadah berkelanjutan bagi generasi muda Jember untuk mendapatkan pengalaman bertanding, membangun mental kompetitif, menjaga sportivitas, serta membuka jalan menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi. ( Ischak )

 



JEMBER, Jurnal Jabar – Persaingan 16 tim pelajar SMA/SMK dari Jember, Bondowoso, dan Lumajang segera bergulir. Mereka akan berebut tiket menuju babak puncak Turnamen Mini Soccer dan Pendidikan Politik bertajuk “Asyik Menuju Puncak” Piala Ketua Umum Bahlil Lahadalia di Zona Jember.

Kesiapan para peserta dimatangkan melalui technical meeting yang digelar DPD Partai Golkar Kabupaten Jember bersama Jawa Pos Radar Jember dan didukung BMK57 Jember, Rabu (23/09/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda pendidikan politik bagi kalangan pelajar.

Zona Jember menjadi salah satu dari 11 zona penyelenggaraan Bahlil Mini Soccer di Jawa Timur. Secara keseluruhan, turnamen ini diikuti 176 tim pelajar SMA/sederajat dengan lebih dari 2.600 pemain dan official. Babak penyisihan Zona Jember dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Oktober 2026, sebelum para juara zona bertemu pada babak final di Surabaya.

Dari 16 peserta Zona Jember, sembilan tim berasal dari Kabupaten Jember. Mereka adalah SMKN 5 Jember, SMAN Kalisat, SMKN 2 Jember, SMA Bima Ambulu, SMAN 1 Jember, SMAN 2 Jember, SMAN Rambipuji, SMAN Arjasa, dan SMAN Balung.

Sementara itu, Bondowoso mengirimkan empat wakil, yakni SMAN 2 Bondowoso, SMK 3 Bondowoso, SMAN 1 Bondowoso, dan SMKN 4 Bondowoso. Adapun Lumajang diwakili SMAN 1 Lumajang, SMAN 3 Lumajang, dan SMAN Tempeh.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jember, H. Karimullah Dahrujiadi, meminta seluruh peserta dan official mematuhi regulasi pertandingan. Ia menekankan bahwa kompetisi tidak semata-mata diukur dari hasil akhir, tetapi juga bagaimana peserta menjaga sportivitas selama pertandingan.

“Jangan sampai ada perdebatan teknis yang tidak perlu. Perlombaan ini adalah game, kemenangan jangan dijadikan satu-satunya tujuan. Kalau kemenangan jadi tujuan, nanti kita menghalalkan berbagai cara. Tapi kalau semangatnya adalah sportivitas, insyaallah jika kalah sekali, berikutnya akan menang berkali-kali,” tegas Karimullah.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Golkar, M. Anis, juga menyoroti tingginya antusiasme pelajar yang mengikuti turnamen. Menurut dia, olahraga dapat menjadi ruang bertemu sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Acara ini mencerminkan soliditas, silaturahmi, dan sinergisitas. Rumus seorang pemuda itu jangan berpikir ‘bisa atau tidak bisa’, tetapi dibutuhkan ketangkasan, kecepatan, dan keberanian. Siapa yang cepat, itu yang dapat. Siapa yang tepat, itu yang selamat,” tutur M. Anis.

Selain kompetisi olahraga, penyelenggara menempatkan pendidikan politik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan kehidupan politik kepada generasi muda melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka.

Dengan komposisi 16 tim dari tiga kabupaten, Zona Jember dipastikan menjadi ajang persaingan sekaligus pertemuan antarpelajar. Para peserta kini tinggal menunggu peluit pertandingan untuk menentukan siapa yang berhak melangkah ke fase berikutnya dan membawa nama Zona Jember menuju babak puncak di Surabaya. ( Ischak )



JEMBER, Jurnal Jabar – Kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mengantarkan Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, meraih penghargaan kategori Kelurahan Terbaik dalam Anugerah Insan Pajak Kabupaten Jember 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember, Sabtu (19/09/2026).

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas capaian realisasi penerimaan PBB-P2 sekaligus tingkat kepatuhan wajib pajak di wilayah Kelurahan Sumbersari. Prestasi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aparatur kelurahan bersama pengurus RT dan RW dalam mendorong masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan.

Lurah Sumbersari Bhatara Pragusta, ST, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang selama ini berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pembayaran pajak.

"Atas nama Pemerintah Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi piagam penghargaan Kelurahan Terbaik dalam kategori patuh pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan. Harapan saya kepada warga Kelurahan Sumbersari untuk bisa lebih patuh lagi bayar PBB," ujar Bhatara Pragusta setelah menerima penghargaan.

Ia menjelaskan, pengurus RT dan RW memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Para pengurus lingkungan turut membantu menyampaikan informasi mengenai kewajiban pembayaran PBB, termasuk mendorong warga yang belum menyelesaikan pembayaran.

"Masyarakat Kelurahan Sumbersari sampai dengan saat ini kebanyakan sudah sadar pajak. Kita melalui mitra kerja yaitu RW dan RT, menyampaikan kepada pengurus RT/RW untuk jemput bola membantu warga agar segera membayar PBB-nya," imbuhnya.

Pendekatan jemput bola tersebut menjadi bagian dari upaya Kelurahan Sumbersari menjaga kepatuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah kelurahan dan pengurus lingkungan dinilai penting agar informasi perpajakan dapat diterima warga secara lebih luas dan pembayaran PBB dapat dilakukan sesuai kewajiban.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam acara tersebut, ia menyoroti capaian kenaikan PAD Jember yang disebut mencapai 32,36 persen.

"Tadi telah disampaikan bahwa PAD di Jember kenaikannya adalah yang tertinggi se-Provinsi Jawa Timur, yakni mencapai 32,36 persen. Ini menjadi hal yang fenomenal karena kenaikan tertinggi ini diraih tanpa menaikkan tarif pajak apa pun. Berarti ada wajib pajak yang sangat taat di Kabupaten Jember," tegas Bupati Jember.

Menurut Bupati, peningkatan penerimaan daerah perlu dibarengi dengan pemberian apresiasi kepada wajib pajak yang taat serta aparatur pemerintahan yang menunjukkan prestasi. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan penerimaan pajak daerah.

"Pemerintah Kabupaten Jember wajib memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang taat. Bagi lurah dan camat yang berprestasi meraih predikat terbaik, saya pastikan mendapat prioritas promosi. Komitmen kita jelas, PAD harus meningkat tanpa menaikkan beban pajak warga demi mewujudkan Jember Baru, Jember Maju," pungkasnya.

Raihan penghargaan Kelurahan Terbaik dalam ajang Insan Pajak 2026 menjadi catatan penting bagi Kelurahan Sumbersari. Capaian tersebut sekaligus mendorong pemerintah kelurahan untuk mempertahankan kinerja penerimaan PBB-P2 melalui penguatan komunikasi dengan masyarakat dan kerja sama bersama pengurus RT serta RW. (Ischak)


 
JEMBER, Jurnal Jabar – Luminor Hotel Jember meraih penghargaan dalam Anugerah Insan Pajak 2026 yang diberikan Pemerintah Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (19/09/2026). Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kepatuhan Luminor Hotel dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus kontribusinya terhadap penerimaan daerah.

Penghargaan itu menjadi catatan penting bagi manajemen Luminor Hotel Jember. Sebab, kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif. Di internal perusahaan, kepatuhan tersebut telah menjadi bagian dari sistem kerja dan indikator kinerja yang harus dipenuhi setiap unit.

General Manager Luminor Hotel Jember Deddy Ali Murdani mengatakan, kewajiban perpajakan di sektor perhotelan, khususnya pajak barang dan jasa tertentu (PBJT), selama ini menjadi perhatian manajemen. Pelaporan dilakukan secara rutin dengan mekanisme dan jadwal yang telah ditetapkan.

“Bukan hanya ketentuan dari owner, tapi juga dari manajemen Waringin Hospitality, di mana setiap unit yang ada di seluruh Indonesia memang harus taat pajak,” kata Deddy.

Menurut Deddy, kewajiban pelaporan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan restoran. Pendapatan kamar dan seluruh revenue hotel juga harus dilaporkan secara tertib sesuai mekanisme yang berlaku.

Manajemen, lanjut dia, telah memiliki timeline dan deadline yang harus dipenuhi masing-masing unit. Kepatuhan tersebut bahkan masuk dalam Key Performance Indicator (KPI) perusahaan.

“Karena dari manajemen itu sudah ada pelaporannya yang jelas. Tanggal sekian sudah ada timeline dan deadline yang harus kita penuhi, karena itu juga menjadi KPI kami,” ujarnya.

Sistem tersebut membuat kewajiban perpajakan menjadi bagian dari rutinitas perusahaan. Deddy menilai, konsistensi dalam menjalankan kewajiban internal pada akhirnya turut mendukung penilaian pemerintah daerah terhadap kepatuhan perusahaan.

“Dengan semakin kita tertib di internal sendiri, otomatis penilaian khusus mungkin dari Bapenda, setiap perusahaan ataupun stakeholder yang lainnya yang memang tertib pajak itu juga punya penilaian tersendiri,” jelasnya.

Bagi Luminor Hotel Jember, penghargaan Insan Pajak 2026 bukan sekadar seremoni. Apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk mempertahankan kepatuhan sekaligus mengembangkan bisnis agar kontribusi terhadap daerah semakin besar.

Deddy mengatakan, Luminor masih memiliki sejumlah rencana pengembangan, terutama dari sisi properti dan pelayanan. Dengan berkembangnya usaha hotel, potensi kontribusi terhadap penerimaan daerah juga diharapkan ikut meningkat.

“Yang pastinya Hotel Luminor ini semakin berkembang. Banyak hal yang harus kami top up, ibaratnya harus kami upgrade, dari sisi properti dan tentunya ini juga bisa menjadi penyokong pajak dan pendapatan untuk daerah,” ungkapnya.

Saat ini Luminor Hotel Jember memiliki 73 kamar. Deddy berharap pertumbuhan industri perhotelan di Jember berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata daerah.

Menurut dia, kalender kegiatan yang digelar Pemkab Jember bersama berbagai stakeholder juga memiliki peran penting. Beragam kegiatan dapat menjadi magnet bagi masyarakat maupun tamu dari luar daerah untuk datang ke Jember.

Dengan semakin banyaknya tamu dari luar daerah, sektor perhotelan, restoran, transportasi hingga sektor pariwisata dapat ikut merasakan dampaknya.

“Harapannya dari sisi kalender activity yang dilakukan oleh Pemkab Jember bekerja sama dengan stakeholder, kita mengadakan kegiatan sehingga bisa mengundang banyak tamu-tamu dari luar Jember untuk bisa datang. Apa sih yang ada di Jember?” kata Deddy.

Dia menambahkan, pertumbuhan hotel tidak semata-mata berbicara mengenai bisnis perhotelan. Kehadiran tamu dari luar daerah juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Jember.

“Bukan hanya soal hotel, restoran dan lain-lain, tapi juga dari sisi pariwisata dan imbasnya itu juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait dalam Anugerah Insan Pajak 2026 menyampaikan apresiasi kepada wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya. Fawait menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember pada 2025 tumbuh 32,36 persen tanpa menaikkan tarif pajak.

Pertumbuhan tersebut, menurut Fawait, tidak terlepas dari meningkatnya kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Jember. Karena itu, pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi terhadap penerimaan daerah.

Bagi Luminor Hotel Jember, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan kepatuhan sekaligus meningkatkan kualitas usaha. Deddy menyebut pengembangan hotel harus berjalan bersama dengan peningkatan pelayanan kepada tamu.

Sebab, selain kewajiban pajak, keberlangsungan bisnis perhotelan juga sangat bergantung pada pengalaman yang diberikan kepada pelanggan.

Deddy menyebut ada sejumlah aspek yang terus menjadi perhatian manajemen. Mulai dari kebersihan dan kesiapan kamar, kualitas pelayanan, makanan, promosi, hingga pemeliharaan fasilitas hotel.

“Yang pertama adalah dari sisi kebersihan atau kesiapan kamar. Kemudian dari sisi layanan atau servis. Kemudian dari sisi food. Selanjutnya dari sisi promosi,” katanya.

Untuk promosi, Luminor juga mengembangkan strategi digital dengan memanfaatkan berbagai kanal. Kerja sama dengan TikToker, influencer maupun Key Opinion Leader (KOL) menjadi salah satu cara untuk menjangkau calon tamu secara lebih luas.

Namun, Deddy menilai promosi saja tidak cukup. Pengalaman tamu ketika berada di hotel menjadi faktor penting agar mereka memiliki alasan untuk kembali.

“Kalau servis ini enggak bisa ditiru. Itu tergantung dari masing-masing leader atau dari personalnya yang menjalani,” ujarnya.

Menurut Deddy, pelayanan yang baik harus menjadi kebiasaan seluruh jajaran hotel. Senyum, keramahan, kesiapan kamar dan kenyamanan tamu menjadi bagian dari hospitality yang harus dijaga setiap hari.

“Kalau kita lakukan semuanya dan itu sudah menjadi habit yang bagus, saya yakin tamu itu akan kembali. Karena tamu adalah raja. Jadi harus benar-benar kita sambut dengan hospitality yang baik,” pungkasnya.

Penghargaan Insan Pajak 2026 akhirnya tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kepatuhan Luminor Hotel Jember terhadap kewajiban perpajakan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta penerimaan daerah secara berkelanjutan. ( Ischak )


 ‎
‎
JEMBER, Jurnal Jabar, - Agenda Kegiatan‎ Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I & Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) 2026 serta meluncurkan program PGRI Power di Hotel Luminor, Jember, Sabtu (19/9/2026).
‎
‎Kegiatan yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Jember masa bakti XXIII periode 2025–2030 itu berlangsung di Hotel Luminor Jember, Jalan KH Agus Salim No. 28, Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember.Kegiatan diikuti jajaran pengurus serta para guru dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan kondusif.

‎
‎Ketua PGRI Kabupaten Jember, Husnul Yaqin, S.Pd., M.Pd., memimpin jalannya kegiatan bersama Sekretaris PGRI Kabupaten Jember, Akhmad Jali, S.Pd.SD., M.Pd.Hari ini ada dua agenda. Yang pertama adalah launching PGRI Power. Ini merupakan program nasional dari PB PGRI untuk guru-guru agar melek IT, seperti penggunaan AI dan coding. Untuk Jember launching-nya sore ini dan selanjutnya akan terus berkegiatan," kata Khusnul Yakin.
‎
‎
‎
‎Dalam agenda tersebut, terdapat tiga kegiatan utama, yakni Launching PGRI Power, Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I, serta Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) Tahun 2026,Rangkaian launching PGRI Power diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PGRI, doa, serta sambutan dari jajaran pengurus PGRI. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi PGRI Power serta pelantikan dan launching PGRI Power.

‎Setelah rangkaian launching selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Konkerkab I dan Rapimkab PGRI Kabupaten Jember Tahun 2026.Agenda pembukaan meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI, doa, laporan ketua panitia penyelenggara, sambutan Ketua PGRI Kabupaten Jember, sambutan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, serta sambutan Bupati Jember.

‎Selanjutnya, peserta mengikuti sesi materi yang membahas sejumlah isu terkait pengelolaan peta jabatan, termasuk pembahasan mengenai alih status PPPK Paruh Waktu ke PPPK Penuh Waktu serta PPPK Penuh Waktu ke PNS.
‎
‎Memasuki agenda persidangan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat paripurna yang membahas pengesahan jadwal acara Rapimkab dan Konkerkab serta pengesahan tata tertib pelaksanaan kegiatan Pada rapat paripurna berikutnya, peserta membahas penetapan keputusan Rapimkab dan Konkerkab I PGRI Kabupaten Jember Tahun 2026 mengenai pelaksanaan program kerja tahun 2026, sekaligus penjelasan mengenai sidang komisi.

‎Sidang komisi kemudian dibagi menjadi beberapa bidang pembahasan Komisi A membahas kaderisasi dan organisasi; pengembangan profesi dan karier guru, pendidik serta tenaga kependidikan; penegakan kode etik dan advokasi; bantuan hukum dan perlindungan profesi; serta pernyataan Konkerkab I dan Rapimkab PGRI Kabupaten Jember.
‎
‎
‎Komisi B membahas penelitian dan pengabdian masyarakat; pembinaan dan pengembangan lembaga pendidikan; kerja sama dan pengembangan usaha; serta kesejahteraan dan ketenagakerjaan.
‎
‎
‎Sementara Komisi C membahas pemberdayaan perempuan; komunikasi dan informasi; keanggotaan dan digitalisasi; serta olahraga, seni dan budaya.
‎
‎Selanjutnya, Komisi D membahas pembinaan kerohanian dan karakter bangsa; hubungan dalam dan luar negeri; pembinaan dan pengembangan PAUDNI, pendidikan khusus dan nonformal; serta perangkat kelengkapan organisasi.
‎
‎Perangkat kelengkapan organisasi yang turut menjadi pembahasan antara lain Dewan Pakar, APKS, LKBH, DKGI, Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Jember, Badan Usaha, Perempuan PGRI, PGRI SLCC, serta Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan.
‎
‎
‎Sedangkan Komisi E membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Tahun 2026.
‎
‎Rangkaian kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan Rapat Paripurna III yang diisi laporan masing-masing komisi serta penetapan keputusan Rapimkab dan Konkerkab I PGRI Kabupaten Jember Tahun 2026 tentang program kerja tahun 2026.
‎
‎Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan acara penutupan dan makan siang bersama.
‎
‎Melalui pelaksanaan Konkerkab dan Rapimkab tersebut, PGRI Kabupaten Jember membahas berbagai program organisasi sekaligus menyusun arah pelaksanaan program kerja tahun 2026.
‎
‎Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur yang juga Anggota LKBH PB PGRI, Drs. Setyo Waji, M.Pd., menegaskan pentingnya pelaksanaan Konkerkab sebagai syarat organisasi yang sehat,Konferensi kerja adalah tugas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI. Ini bentuk pengelolaan organisasi yang transparan dan akuntabel. Ketika PGRI sudah melaksanakan konferensi kerja, maka organisasi ini sehat karena melaporkan kegiatan dan keuangan satu tahun lalu, serta menyusun program satu tahun ke depan," ucap Setyo Waji. ( Ischak )


 
*EMBER, Jurnal Jabar – Agenda kegiatan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra : Hj. Hermin, S.Pd.I, M.Pd, saat kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demi Sinergitas Guru, Masyarakat & Pemerintah Wujudkan Generasi Unggul di Hotel Royal Jember, Minggu siang. (13/09/2026) 

Peningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jember membutuhkan sinergitas antara Guru, Masyarakat & Pemerintah. Salah satu perhatian utama adalah menekan angka anak tidak sekolah (ATS) agar tidak semakin menghambat peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan manusia.

Anak-anak yang masih berada dalam usia sekolah dapat diarahkan untuk kembali mengenyam pendidikan formal, termasuk melalui program Sekolah Rakyat apabila memenuhi ketentuan, ungkap Hj. Hermin.

Persoalan anak putus sekolah masih menjadi tantangan di Jember maupun sejumlah daerah lainnya. Bahkan, sebagian anak yang tidak melanjutkan pendidikan diketahui hanya menyelesaikan jenjang sekolah dasar dan kemudian berhenti, termasuk pada kelompok usia sekolah tingkat SMP, imbuhnya.

Persoalan pendidikan tersebut turut berkaitan dengan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Semakin banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan, maka kualitas pembangunan manusia di daerah juga menghadapi tantangan.

Dalam mengatasi masalah tersebut, pihak terkait merancang program bagi Anak Tidak Sekolah (ATS), diantaranya :
1. Diharapkan ke Sekolah Rakyat (SR). Bagi anak usia sekolah yang telah putus sekolah akan diarahkan untuk kembali sekolah melalui Sekolah Rakyat (SR).
2. Program Kejar Paket. Bagi masyarakat dibawah usia 25 tahun, akan disediakan fasilitas Program Kejar Paket oleh Pemerintah, diantaranya : Paket A = untuk SD ; Paket B = untuk SMP & Paket C = untuk SMA.

Untuk penambahan anggaran pendidikan di Kabupaten Jember, Hj. Hermin mengatakan dirinya tidak dapat memastikan. Menurutnya, kewenangan mengenai penganggaran pendidikan di tingkat kabupaten berada pada pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Jember.

Keberhasilan pembangunan pendidikan bukan hanya diukur dari pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk belajar demi wujudkan Generasi Unggul, tegas Hj. Hermin. ( Ischak )



JEMBER, Jurnal Jabar — Dalam rangka Semarak HUT RI ke-81, panitia Kelurahan Kaliwates mengadakan kegiatan jalan sehat yang diikuti sekitar lebih dari 4.000 warga. Acara ini dihadiri oleh seluruh warga Kaliwates yang berlangsung pada hari Minggu pagi. (13/09/2026)

Dalam sambutan Bupati Jember, Gus Fawait yang di wakili oleh Kadispora yang baru : Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP, M.Si, masyarakat Kaliwates diharapkan tetap rukun, sehat, baha-membahu, saling bantu untuk Gus Fawait demi mewujudkan *"Jember Baru, Jember Maju."*, tegasnya.

Kegiatan ini sifatnya bukan sekadar ajang olahraga atau ritual tahunan semata, melainkan untuk memupuk rasa persatuan, solidaritas, kebersamaan, dan mempererat silaturahmi," jelas Dwi Sunu Ari Nugroho selaku Camat Kaliwates.

Acara ini berlangsung meriah dengan partisipasi antusias dari masyarakat. Sumber dana kegiatan diperoleh secara swadaya melalui penjualan kupon warga serta dukungan beberapa donatur. Panitia juga menyediakan beragam *doorprize* menarik untuk memotivasi peserta, seperti kompor, magic com, kulkas, hingga hadiah utama satu unit sepeda motor.

Kegiatan ini juga menyertakan beberapa para pelaku UMKM lokal di lingkungan Kelurahan Kaliwates & sekitarnya.

Harapan kedepan dalam acara ini adalah semangat kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi warga ini dapat terus dipelihara guna mewujudkan Kelurahan Kaliwates yang lebih hebat, maju, dan berdaya saing, Kaliwates Melesat tambah Dwi Sunu Ari Nugroho. ( Ischak )


 


JEMBER, Jurnal Jabar, - Agenda Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Madas Sedarah Kabupaten Jember, Jawa Timur beserta 17 Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC), telah resmi dilaksanakan di Aula Pemkab Jember bertema Settong Dherre atau Satu Darah yang di pimpin oleh Ketua Umum DPP Madas Sedarah : M. Taufik, S.Kom, S.H, M.H pada Sabtu siang. (12/09/26)

Turut hadir dalam acara tersebut : Ketua DPD Madas Jawa Timur : Nurul Hidayat, S.H ; segenap Forkopimda Jember, Bakesbangpol ; Muspika Patrang & sejumlah organisasi : FKPPI ; Pemuda Pancasil (PP) ; Yakuza.

M. Taufik selaku Ketua Umum DPP Madas Sedarah, senantiasa teringat kata-kata Bung Karno : *"Bunga Mawar Tidak Pernah Mempropaganda Keharumannya, tetapi Bunga Mawar Semua Orang Tahu bahwa Harumnya Karena Seyogyanya Harum."*

Kami mempunyai itikad baik bahwa niatan pembentukan Madas Sedarah ini, adanya ormas Madas, tidak lain & tidak bukan demi inginkan kebaikan masyarakat banyak, contohnya : adanya Peresmian Layanan ambulance gratis & adanya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) secara gratis pula. Saat ini sudah diresmikan sejumlah 53 DPC di seluruh Indonesia, termasuk Jember, jelas M. Taufik.

Ketua DPC Madas Sedarah Jember yang baru : Agus Suwarno yang dikenal dengan sebutan Agus Jagal, menyatakan bahwa organisasinya merupakan wadah berkumpulnya warga keturunan Madura, wadah pemersatu perjuangan & wadah mempererat tali persaudaraan serta memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat luas, ungkapnya.

*Sambutan Bupati Jember*

Sambutan bupati Jember : Gus Fawait terhadap jajaran pengurus yang baru Madas Sedarah yang dibacakan tertulis oleh Asisten 2 Pemkab Jember : Ratno C. Sembodo, S H :

Atas Nama Pemerintah Kabupaten Jember, saya menyampaikan Selamat & Sukses kepada Bapak Agus Suwarno, S.H, beserta jajaran pengurus Madas Sedarah kabupaten Jember yang baru saja dilantik.

Momentum pelantikan adalah sebuah amanah untuk membangun organisasi yang solid, bermanfaat bagi anggota, masyarakat & ikut serta dalam pembangunan Kabupaten Jember, tegas Ratno. (Ischak)

 

 JMBER, Jurnal Jabar - Agenda Silaturahmi Rutin Bulanan Persatuan Purnawirawan (PP) POLRI Cabang Jember terasa istimewa dengan kedatangan Ibunda Dewi Persik, yang di kenal dengan nama asli : Hj. Sri Mona, istri alm. Kompol HM. Adil di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PEPABRI, Jl. Bengawan Solo Jember. Rabu pagi (09/09/2026).

Kedatangan Ibunda Dewi Persik di sambut hangat oleh rekan-rekan sejawat purnawirawan & di pertengahan acara di daulat untuk menyayikan sebuah lagu tembang kenangan yang diiringi oleh ibu-ibu yang hadir. Dalam acara ini terasa bahagia sekali & senangnya bisa berkumpul bersama kembali serasa masih aktif di kepolisian, ujar Ibu Hj. Adil. 

Pertemuan ini menyambung tali silaturahmi bersama, ada kebahagiaan & ada pula kesusahan, dimana bila ada kesusahan bisa diatasi bersama, misal : bila ada yang sakit bisa di jenguk bersama ataupun yang meninggal dunia bisa di santuni, imbuh Ibu Hj. Adil. Dalam kesempatan lain, AKBP (Pur) H. Salam selaku ketua menjelaskan, saat ini PP POLRI Cabang Jember memiliki 484 anggota, dimana Organisasi ini merupakan wadah bagi anggota POLRI yang sudah purna tugas untuk tetap bersilaturahmi menjaga jiwa korsa & persatuan serta menjalin kebersamaan yang tersebar di seluruh kecamatan & ranting di kabupaten Jember. Pada setiap bulannya PP POLRI Cabang Jember rutin mengadakan pertemuan yang di kemas dalam bentuk arisan seperti saat ini, selain silaturahmi bersama juga mempererat jiwa kepedulian sosial, bila ada anggota yang sakit ataupun meninggal dunia pengurus akan cepat tanggap menginformasikan bantuan ataupun santunan dari iuran anggota swadaya sendiri terhadap anggota yang sedang kesusahan tersebut. Harapan ke depan bahwa setiap anggota POLRI yang telah purna tugas diharapkan bergabung di PP POLRI serta mengharapkan kepada Bapak Kapolres untuk penekanan pada purna tugas melepas anggotanya sehingga memudahkan kami berkomunikasi sebab masih ada sebagian anggota yang belum bergabung, jelas H. Salam. (Ischak)


 

JEMBER, Jurnal Jabar - Kegiatan Bupati Jember Gus Fawait beserta jajarannya dalam inspeksi mendadak (Sidak) merespon kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) & antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Jember. Selasa malam (08/09/2026).

Dalam Sidak tersebut, Gus Fawait mendatangi dua SPBU, yaitu : SPBU di Jalan Gajah Mada dan SPBU di Gebang. Dalam peninjauan tersebut, Gus Fawait melihat langsung proses pengisian BBM dan mengecek persediaan bersama pengelola SPBU.

Berdasarkan hasil pengecekan Sidak di lapangan menunjukkan bahwa kondisi stok BBM untuk wilayah Kabupaten Jember masih dalam kondisi aman & stabil.

Gus Fawait mengatakan bahwa Kami sudah cek langsung di lapangan malam ini, pasokan BBM untuk wilayah Jember sebenarnya dalam kondisi aman dan stoknya mencukupi, hanya terkendala pengiriman yang sempat terjadi sebelumnya sudah diatasi oleh pihak Pertamina.

Masyarakat diminta tidak melakukan panic buying karena pasokan BBM dinilai masih mencukupi & untuk mempercepat penguraian antrean, Pertamina juga telah menambah volume pengiriman atau menggrojok BBM ke sejumlah SPBU di Jember, tegas Gus Fawait.

Di lain sisi Pemkab Jember berencana berkoordinasi dengan aparat kepolisian mulai Rabu (09/09/2026), untuk mengantisipasi kemungkinan adanya spekulasi maupun penimbunan BBM.

“Mulai besok kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jika ada oknum yang diduga sengaja menimbun BBM, kita akan ambil tindakan tegas dan terukur sesuai aturan hukum yang berlaku. Kami minta masyarakat ikut membantu melaporkan jika ada indikasi kecurangan,” imbuhnya.

Salah satu opsi yang akan disiapkan Pemkab Jember bila antrean kendaraan di SPBU belum terurai pada hari berikutnya adalah penerapan skema Work From Home (WFH) bagi ASN serta pembelajaran secara daring bagi siswa sekolah di Jember.

Untuk opsi distribusi jangka panjang, Gus Fawait berniat bertemu dengan pimpinan Pertamina di Jakarta, dimana Pemkab Jember akan mengajukan jalur distribusi lain agar pasokan BBM tidak hanya bergantung pada Depo Banyuwangi, tapi bisa di distribusikan dari Surabaya, Malang atau daerah lainnya. (Ischak)


 
JEMBER, Jurnal Jabar - Kegiatan agenda kerohanian Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jember dalam memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW / Maulid Nabi di pusat pada hold SMAN 1 Jember, jelas Suryadi Kepala Sekolah (KS) SMAN 1 Jember, Senin pagi (24/08/2026).

Acara di hadiri seluruh siswa SMAN 1 Jember, para guru & para undangan. Dengan penuh hikmat, di awali dengan Sholat Dhuha, pembacaan kitab suci Al Qur'an & hadrah. 

Acara peringatan hari besar keagamaan tahunan yaitu Maulid Nabi & acara Isra Mi'raj. Di dalam kegiatan Maulid ini, Ada pendakwah dari SMAN 1 Jember yang memberi materi & di tampilkan dengan tanyangan cerita, dimana dalam tanyangan cerita tersebut ada pertanyaan yang dapat mereka jawab, imbuh Suryadi.

Harapan dengan adanya peringatan Maulid ini, yang bertema "Setiap Kita Adalah Pendakwah", oleh karena itu tidak harus kita seorang kyai yang tahu ayat suci Al Qur'an, maka dari sikap kita adalah sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat bagi orang lain & berdampak bagi orang lain, supaya waktu menjadi cerita baik dalam kehidupan. Berlomba-lomba dalam kebaikan, Fasta Biqul Khairat, tegas Suryadi. (Ischak).


 
JEMBER, Jurnal Jabar - Persiapan kegiatan belajar - mangajar di Sekolah Rakyat (SR) desa Panca Karya, kecamatan Ajung, Kabupaten Jember telah memenuhi kuota yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, jelas Kartika Sari Dewi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jember, Selasa (18/08/2026)

Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember telah memiliki gedung permanen yang memiliki kapasitas 1080 siswa mulai jenjang SD, SMP & SMA, berbeda dengan sekolah yang lain, Sekolah Rakyat sistemnya berasrama sebab tidak hanya memfasilitasi anak-anak di sekolah dengan kegiatan-kegiatan akademik, tetapi di asrama kita juga memiliki pendidikan penguatan kharakter, kami juga menjamin gizi anak-anak dengan pemberian makan gratis 3x sehari, snack 2x sehari , juga kami memiliki nakes selama 24 jam, 7 hari seminggu yang memantau kesehatan anak-anak secara berkala, imbuh Kartika Sari Dewi.

Untuk saat ini siswa kami telah memenuhi kuota, siswa baru-nya 90 SD, 90 SMP, 90 SMA & sekolah rintisan 95 siswa , jadi total sekitar 300 siswa. Selama ada kuota, kita bisa menerima sepanjang tahun dengan syarat, anak tersebut berada di desil 1 & desil 2, anak-anak putus sekolah & anak-anak terlantar di utamakan.

Kuota bisa ditanyakan ke dinas sosial / pendamping PKH yang ada di setiap kecamatan, sebab ranah untuk rekrutmen siswa berada di dinas sosial & pendamping PKH.

Harapan dengan dibangunnya gedung permanen SRT 1 kabupaten Jember, kita bisa memutus mata rantai kemiskinan, apa yang menjadi visi misi pemerintah saat ini benar-benar tercapai bahwa tidak ada lagi anak putus sekolah di kabupaten Jember, minimal target terdekat bisa mengurangi angka putus sekolah di kabupaten Jember & membantu saudara-saudara kita di desil 1 & desil 2, bisa meningkatkan desilnya & meningkatkan kesejahteraan melalui pendidikan. 

Semoga Sekolah Rakyat bisa memutus mata rantai kemiskinan sesuai Asa Cita Presiden Prabowo Subianto,yang dituangkan dalam visi misinya, tegas Kartika Sari Dewi. ( Ischak )



JEMBER, Jurnal Jabar — Kegiatan Rapat Konsolidasi Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Jember telah dilaksanakan di Aula DPD Partai Golkar Kabupaten Jember, oleh ketua : H. Karimullah Dahrujiadi, SP, dengan menetapkan secara aklamasi ketua Depincab SOKSI Kabupaten Jember : sdr. Tino Cahyono, SE, dengan masa bakti Tahun 2026 - 2031, pada Rabu sore (19/8/2026). 

Dalam sambutannya, H. Karimullah menekankan semangat NKRI tetap ditanamkan & membangun komunikasi serta sinergitas dengan para pelaku usaha yang didasari oleh nilai-nilai kebermanfaatan bagi masyarakat tetap terjaga, dimana salah satu tupoksi SOKSI adalah melakukan pendampingan kepada kelompok buruh, pekerja perkebunan & golongan karyawan yang ada di Jember.

Tersedia kesempatan bagi kader-kader SOKSI yang mempunyai kemampuan untuk maju dalam pilihan legislatif mendatang, tegas H. Karimullah.
 

Tino Cahyono, SE, Ketua SOKSI Kab. Jember*

Sambutan Ketua SOKSI Jember terpilih, Tino Cahyono, menyampaikan bahwa kepengurusan baru ini dibentuk dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta kalangan pengusaha. 

Sinergi ini ditujukan untuk mendukung tiga program prioritas organisasi:
 1. Kreativitas : Mendorong pengurus SOKSI dengan program yang berdampak kepada kemasyarakatan,
 2. Pendidikan : Memberikan pendidikan bagi anggota SOKSI dengan bermitra dengan elemen2 pemerintahan dari pusat/kementrian perdagangan, melalui seminar, pelatihan bagaimana cara export, dsb,
 3. Patriotisme : Melakukan pelatihan & bimbingan belajar kepemimpinan dengan Mabes TNI.

Tino menjelaskan komitmennya sebagai ketua melanjutkan tongkat estafet untuk memilih kader-kader yang terbaik dan berintegritas. 

Menurutnya, kader yang terbaik akan diajukan untuk tampil di panggung politik atau pilihan legislatif mendatang & wajib membekali diri dengan kreativitas, pendidikan, dan jiwa patriotisme.
(Ischak)


 
JEMBER, Jurnal Jabar – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember, Senin (17/8/2026). 

Kegiatan diawali dengan upacara bendera, kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi pada tahun ajaran 2025–2026.

Kepala Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember, Ibu Sarinah, mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan dan potensi mereka.

Penghargaan berupa piala yang dibuat oleh yayasan diberikan kepada siswa-siswi yang meraih prestasi dalam berbagai perlombaan, baik akademik maupun nonakademik. Apresiasi juga diberikan kepada siswa yang menunjukkan prestasi dalam penguasaan tiga bahasa yang menjadi bagian dari pendidikan di Rukun Harapan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Para penerima penghargaan bahasa juga mendapatkan souvenir yang sebelumnya diberikan oleh Konjen Republik Rakyat Tiongkok saat berkunjung ke sekolah.

Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba khas 17 Agustus di lingkungan sekolah. Untuk menambah semangat siswa, sekolah juga menerapkan sistem point reward. Poin yang diperoleh siswa dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah, seperti perlengkapan sekolah, stiker, dan barang lainnya.

Menurut Ibu Sarinah, kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan Hari Kemerdekaan, tetapi juga membangun kebersamaan dan kerukunan di tengah keberagaman siswa Rukun Harapan.
Siswa-siswi Rukun Harapan berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama. Nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama juga terus ditanamkan melalui berbagai kegiatan sekolah.

Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Pramuka, siswa juga melakukan kegiatan kepedulian sosial dengan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar Jalan Kartini hingga kawasan Alun-Alun Jember.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter anak. Kejujuran, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta sikap saling menghargai perlu ditanamkan sejak dini.

“Generasi muda adalah bagian penting dari masa depan Indonesia. Karena itu, selain prestasi, kami ingin anak-anak memiliki karakter, kejujuran, kepedulian, dan semangat untuk bekerja sama. Dengan pendidikan dan karakter yang baik, kami berharap mereka dapat menjadi generasi penerus yang membawa Indonesia semakin maju,” pungkas Ibu Sarinah.
(Ischak)



JEMBER, Jurnal Jabar – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur membatalkan rencana aksi demo menolak rencana Pemerintah Kabupaten Jember mengajukan pembiayaan sebesar Rp.786,56 miliar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). 

Setelah mengkaji skema pengembalian, maka Maki Jatim mendukung langkah Pemkab Jember. Hal ini disampaikan Ketua Koordinator Wilayah MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, dalam konferensi pers di Cempaka Hotel, Jember, Minggu sore (09/08/2026).

MAKI Jawa Timur sebelumnya berencana menggelar aksi di depan Pendopo Wahyawibawagraha Jember pada Senin (10/08/2026). Rencana tersebut dibatalkan setelah MAKI Jawa Timur menerima penjelasan detail dari Badan Pengelola Keuangan & Aset Daerah (BPKAD).

“MAKI Jawa Timur bergerak hanya untuk kepentingan masyarakat Jember. “Kami mengawal agar semua ini memang untuk kebaikan masyarakat Jember,” tegasnya.

Menurutnya, pembiayaan diperbolehkan secara regulasi selama digunakan secara jelas, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Utang itu bukanlah aib. Utang itu fair, secara regulasi memang diperkenankan,” tegas Heru.

Ia menjelaskan rencana pembiayaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembangunan Jember yang dinilai belum sepenuhnya dapat ditopang kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Berdasarkan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) 2027, kebutuhan pembangunan disebut lebih besar dibanding kemampuan fiskal daerah.

“Anggaran 2027 memang tidak nutut. Tidak bisa menyentuh apa yang menjadi rencana pembangunan Kabupaten Jember di tahun 2027,” paparnya.
Heru menyebut pembiayaan Rp.786,56 miliar direncanakan untuk sejumlah proyek pembangunan. Sebesar Rp.130 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung dan pengadaan alat kesehatan di RSD dr. Soebandi, sedangkan Rp.56,58 miliar untuk pembangunan RSD Balung.

“Sementara sektor infrastruktur jalan melalui Dinas PUPR mendapat porsi Rp.400 miliar. Adapun Rp.200 miliar lainnya direncanakan untuk pengadaan penerangan jalan umum melalui Dinas Perhubungan,” ungkapnya.

Menurut Heru, komposisi tersebut menunjukkan pembiayaan diarahkan untuk pembangunan aset dan infrastruktur, bukan belanja rutin pemerintah. Karena itu, MAKI menilai manfaat dan mekanisme pengembalian menjadi aspek penting yang harus dikawal.

“Terdapat sumber pendapatan daerah yang dapat menjadi bagian dari skema pembayaran, terutama pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit,” kata Heru.

“Pendapatan dari BLUD Rumah Sakit Soebandi dan Rumah Sakit Balung itu memang sudah disampaikan kepada Kementerian Keuangan menjadi dasar untuk pengembalian utang ini nanti,” kata Heru.

Heru juga menilai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember menjadi salah satu indikator kemampuan fiskal daerah. Ia menyebut peningkatan PAD tersebut mencapai 147 persen pada tahun sebelumnya.
“Sudah dibuktikan oleh Pemkab Jember tahun kemarin, PAD-nya naik 147 persen. Artinya, ini masuk akal,” ujarnya.

Setelah melakukan kajian, MAKI Jatim memutuskan tidak melanjutkan rencana aksi penolakan. Namun, dukungan tersebut tidak berarti menghilangkan fungsi pengawasan terhadap penggunaan pembiayaan.
“Setelah kajian dilakukan dan pihaknya memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pembangunan, sumber pembiayaan, serta rencana pengembalian, MAKI memilih tidak melanjutkan aksi penolakan,” terangnya.

“Setelah kami kaji lebih dalam untuk sebuah kepentingan besar yang akan dirasakan dan diperoleh oleh masyarakat Jember, akhirnya kami mengambil sikap. Bagi MAKI, pengawasan terhadap rencana utang tetap diperlukan. Persetujuan terhadap pembiayaan bukan berarti memberikan cek kosong kepada pemerintah daerah.

“Transparansi penggunaan dana, ketepatan proyek, kemampuan membayar, serta manfaat yang diterima masyarakat tetap menjadi bagian yang harus diawasi. Sebab, kata Heru, yang lebih penting adalah memastikan utang tersebut benar-benar menjadi instrumen pembangunan,” tegasnya. (Ischak)
Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Comments
Advertisement

TV Streaming

SMS Gratis

  • HOME
  • NASIONAL
  • Internasional
  • EVENT
  • HUKUM
  • OTOMOTIF
  • KESEHATAN
  • POLITIK
  • SPORT
  • Entertainment
  • Seputar Tapal Kuda
2013 jurnaljabaronline.blogspot.com. All rights reserved.
Designed by Rajaberita.com.com